📜 Sertifikasi & BNSP

K3 Galangan Kapal (Shipyard): Bahaya Khusus, Regulasi, dan Sertifikasi yang Diperlukan

✍️ 📅 25 Jun 2026 ⏱️ 3 menit baca 👁️ 1 dibaca

Galangan kapal (shipyard) adalah salah satu lingkungan kerja paling kompleks dalam hal K3 — dalam satu shift, pekerja bisa menghadapi bahaya ketinggian, ruang terbatas, pekerjaan panas, alat berat, dan paparan kimia secara bersamaan. Tidak heran, tingkat kecelakaan di galangan kapal secara historis termasuk yang tertinggi di semua sektor industri.

Regulasi K3 Galangan Kapal di Indonesia

  • UU No. 17 Tahun 2008 — Pelayaran (mencakup keselamatan di dok dan galangan)
  • Permenaker No. 1 Tahun 1980 — K3 pada Konstruksi Bangunan (diterapkan untuk konstruksi kapal)
  • ILO Convention No. 152 — Occupational Safety and Health in Dock Work (Indonesia meratifikasi)
  • Peraturan Kemenhub terkait inspeksi dan sertifikasi kapal

7 Bahaya Utama di Galangan Kapal

1. Bekerja di Ketinggian pada Struktur Kapal

Kapal besar bisa setinggi 20–30 meter. Pekerja mengelas, menggerinda, dan memasang komponen di seluruh permukaan luar lambung kapal menggunakan scaffolding, bosun chair, dan rope access.

2. Confined Space di Dalam Kapal

Double bottom, tangki ballast, chain locker, dan void space di dalam kapal adalah confined space dengan risiko atmosfer berbahaya — terutama deplesi oksigen dan gas dari cat berbasis pelarut.

3. Hot Work Intensif

Pengelasan dan pemotongan berlangsung sepanjang hari di seluruh area galangan. Kombinasi hot work + cat kapal berbasis pelarut yang mudah terbakar adalah resep bencana kebakaran.

4. Alat Berat dan Lifting

Crane kapasitas ratusan ton mengangkat blok kapal yang beratnya bisa mencapai 500+ ton. Kegagalan rigging atau crane di galangan bisa bersifat katastrofik.

5. Paparan Cat dan Pelarut (Painting)

Pengecatan lambung kapal menggunakan cat marine berkualitas tinggi yang mengandung pelarut berbahaya, chromate, dan antifouling compounds (biocide). Pekerja cat adalah salah satu yang paling berisiko terkena penyakit akibat kerja kronis di galangan.

6. Kebisingan Ekstrem

Grinding, chipping, sandblasting, dan riveting menghasilkan kebisingan 100–130 dBA — jauh di atas NAB 85 dBA. Tuli akibat kerja sangat umum di galangan kapal lama.

7. Bahaya Air dan Tenggelam

Kapal di dok kering (dry dock) atau floating dock, serta pekerjaan di sepanjang dermaga, membawa risiko jatuh ke air. Man overboard di area galangan bisa fatal karena arus dan jarak dari bantuan.

Sertifikasi K3 Wajib untuk Pekerja Galangan

  • Ahli K3 Umum — untuk HSE Officer galangan
  • K3 Konstruksi — karena konstruksi kapal serupa dengan konstruksi bangunan
  • Operator Crane Kelas I — crane galangan kapasitas besar
  • Welder bersertifikat BNSP + BKI (Biro Klasifikasi Indonesia)
  • Sertifikat Pemadam Kebakaran (minimal Kelas B) untuk petugas galangan
  • Confined Space Entry — untuk pekerja yang masuk ke dalam lambung kapal

Peran BKI (Biro Klasifikasi Indonesia)

BKI adalah lembaga klasifikasi kapal Indonesia yang berperan dalam memastikan kapal yang dibangun memenuhi standar keselamatan struktural. Surveyor BKI hadir di galangan untuk inspeksi sambungan las, material, dan sistem kapal — berkoordinasi erat dengan HSE galangan.

Kesimpulan

Galangan kapal yang beroperasi tanpa sistem K3 yang kuat adalah penghambat bagi industri perkapalan nasional. Dengan investasi dalam pelatihan K3 yang tepat dan standar prosedur yang ketat, galangan kapal Indonesia bisa bersaing dengan galangan kelas dunia sambil menjaga keselamatan ribuan pekerjanya.

Siap Tingkatkan Karier dengan Sertifikasi Resmi?

PENA Konsultan menyediakan 40+ program pelatihan bersertifikasi BNSP & KEMNAKER RI. Online & tatap muka, instruktur praktisi lapangan aktif.

💬 Konsultasi Gratis via WhatsApp
Bagikan:
AI