POP adalah singkatan dari Pengawas Operasional Pertama — level pertama dalam jenjang sertifikasi pengawas operasional pertambangan di Indonesia yang diatur oleh Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).
Apa itu Sertifikasi POP Pertambangan?
POP adalah sertifikasi kompetensi untuk tenaga pengawas tingkat pertama di perusahaan pertambangan. Pemegang sertifikat POP berwenang mengawasi pekerjaan pertambangan di lapangan dan bertanggung jawab atas keselamatan pekerja di unitnya.
Jenjang Sertifikasi Pengawas Pertambangan
| Jenjang | Singkatan | Level |
|---|---|---|
| Pengawas Operasional Pertama | POP | Entry — supervisor lapangan |
| Pengawas Operasional Madya | POM | Mid — superintendent |
| Pengawas Operasional Utama | POU | Senior — manajer tambang |
Siapa yang Wajib Memiliki Sertifikat POP?
Berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, sertifikat POP wajib dimiliki oleh:
- Pengawas lapangan (foreman/supervisor) di pertambangan mineral dan batu bara
- Kepala regu atau team leader di site tambang
- Siapa pun yang memimpin kegiatan operasional penambangan
- Wajib ada di perusahaan pertambangan yang memegang IUP (Izin Usaha Pertambangan)
Syarat Ikut Pelatihan POP
- Minimal lulusan D3 atau S1 (semua jurusan)
- Pengalaman kerja minimal 1 tahun di sektor pertambangan
- Dokumen: KTP, ijazah, pas foto, surat pengalaman kerja, surat penugasan perusahaan
Materi Pelatihan POP (14 Hari)
- Peraturan perundang-undangan pertambangan (UU No. 3/2020, Kepmen ESDM)
- Keselamatan Pertambangan (KEPMEN 1827/2018)
- Identifikasi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko tambang
- K3 pengeboran (drilling), peledakan, dan pengangkutan
- K3 alat berat pertambangan
- Manajemen kedaruratan tambang
- Pengelolaan lingkungan pertambangan
- Investigasi kecelakaan tambang
- Pengawasan operasional harian dan pelaporan
- Ujian tertulis oleh BNSP / Ditjen Minerba
Biaya Pelatihan POP 2025
- Open training: Rp 4.000.000 – Rp 6.000.000
- Inhouse (di site perusahaan): lebih hemat 15–25% untuk 10+ peserta
- Sudah termasuk: materi, instruktur, biaya ujian BNSP, sertifikat
Perbedaan POP, POM, dan POU
Setelah mendapatkan POP dan memiliki pengalaman 3 tahun sebagai pengawas aktif, Anda dapat naik ke level POM (Pengawas Operasional Madya). POM diperlukan untuk posisi superintendent atau manajer departemen. Level tertinggi POU (Pengawas Operasional Utama) diperlukan untuk posisi kepala teknik tambang.
Prospek Karir Pemegang Sertifikat POP
Industri pertambangan Indonesia terus berkembang — nikel untuk baterai EV, batu bara, emas, dan tembaga. Tenaga bersertifikat POP sangat dicari karena:
- Kewajiban regulasi yang ketat dari ESDM
- Ekspansi tambang nikel di Sulawesi dan Maluku untuk rantai pasok EV
- Masih langkanya tenaga bersertifikat di daerah terpencil