📋 Panduan K3

TRIR, LTIFR, dan DART: Cara Menghitung Indikator Kinerja K3 yang Benar

✍️ 📅 25 Jun 2026 ⏱️ 3 menit baca 👁️ 2 dibaca

Mengukur kinerja K3 hanya berdasarkan "ada kecelakaan atau tidak" adalah cara yang tidak cukup. Indikator K3 yang tepat memungkinkan perusahaan membandingkan kinerja antar periode, antar departemen, dan bahkan dengan industri sejenis secara internasional. Tiga indikator paling umum adalah TRIR, LTIFR, dan DART Rate.

Konsep Dasar: Man-Hours Worked

Semua indikator ini menggunakan jumlah jam kerja sebagai pembagi — bukan jumlah karyawan. Ini memungkinkan perbandingan yang adil antara tim kecil dan perusahaan besar.

Sebagian besar indikator global menggunakan 200.000 jam kerja sebagai basis (= 100 pekerja × 2.000 jam/tahun × 1 tahun).

1. TRIR — Total Recordable Incident Rate

TRIR mengukur semua insiden yang perlu dicatat (recordable incidents) per 200.000 jam kerja.

Insiden yang dicatat (OSHA Recordable):

  • Kematian (fatality)
  • Lost Time Injury — tidak bisa bekerja lebih dari 1 hari setelah kejadian
  • Restricted Work / Job Transfer — tidak bisa melakukan pekerjaan normal
  • Medical Treatment Beyond First Aid — perlu penanganan medis lebih dari pertolongan pertama
  • Kehilangan kesadaran, diagnosis penyakit akibat kerja yang ditetapkan dokter

Formula TRIR:

TRIR = (Jumlah Recordable Incidents × 200.000) ÷ Total Jam Kerja

Contoh: Perusahaan dengan 500 karyawan, 1.000.000 jam kerja setahun, 5 recordable incidents:
TRIR = (5 × 200.000) ÷ 1.000.000 = 1,0

2. LTIFR — Lost Time Injury Frequency Rate

LTIFR lebih spesifik — hanya menghitung insiden yang menyebabkan pekerja tidak bisa masuk kerja setidaknya 1 hari setelah kejadian (Lost Time Injuries / LTI).

Formula LTIFR:

LTIFR = (Jumlah LTI × 1.000.000) ÷ Total Jam Kerja

Catatan: beberapa perusahaan menggunakan 200.000 sebagai multiplier, tergantung konvensi industri. Pastikan konsisten.

Contoh: 1.000.000 jam kerja, 2 LTI:
LTIFR = (2 × 1.000.000) ÷ 1.000.000 = 2,0

3. DART Rate — Days Away, Restricted, or Transferred

DART Rate menggabungkan insiden yang menyebabkan pekerja:

  • Days Away from Work — tidak masuk kerja (LTI)
  • Restricted Work — bekerja terbatas
  • Job Transfer — dipindah ke pekerjaan lain sementara

Formula DART:

DART = ((Days Away + Restricted + Transfer cases) × 200.000) ÷ Total Jam Kerja

Perbedaan dan Hubungan Ketiganya

IndikatorCakupanTRIR > DART > LTIFR?
TRIRSemua recordable incidentsSelalu ≥ DART dan LTIFR
DARTHari hilang + kerja terbatasSelalu ≥ LTIFR
LTIFRHanya Lost Time InjuriesSubset dari DART

Benchmark Industri TRIR 2024

SektorTRIR Rata-rata
Konstruksi2,5 – 4,0
Manufaktur1,5 – 3,0
Pertambangan1,0 – 2,5
Migas (onshore)0,8 – 1,5
Migas (offshore)0,3 – 0,8
Kelas dunia (World Class)<0,5

Keterbatasan Lagging Indicators

TRIR dan LTIFR adalah lagging indicators — mereka mengukur apa yang sudah terjadi. Masalahnya:

  • Perusahaan bisa memiliki TRIR rendah karena beruntung, bukan karena sistem K3 yang baik
  • TRIR yang rendah tidak berarti sistem pengendalian risiko berfungsi dengan baik
  • Undur-reporting adalah masalah nyata yang membuat angka terlihat lebih baik dari kenyataan

Imbangi lagging indicators dengan leading indicators: jumlah toolbox meeting, near-miss yang dilaporkan, inspeksi yang diselesaikan, dan pelatihan K3 yang selesai.

Kesimpulan

TRIR, LTIFR, dan DART adalah alat pengukuran, bukan tujuan K3. Tujuannya adalah tidak ada yang terluka — angka-angka ini hanyalah cermin dari kenyataan itu. Gunakan keduanya: lagging indicators untuk mengukur, leading indicators untuk mencegah.

Siap Tingkatkan Karier dengan Sertifikasi Resmi?

PENA Konsultan menyediakan 40+ program pelatihan bersertifikasi BNSP & KEMNAKER RI. Online & tatap muka, instruktur praktisi lapangan aktif.

💬 Konsultasi Gratis via WhatsApp
Bagikan:
AI