Heat Stress — Pembunuh Diam di Iklim Tropis
Indonesia dengan suhu 30–38°C dan kelembaban tinggi menciptakan risiko heat stress sepanjang tahun. Pekerja outdoor (konstruksi, perkebunan, tambang) dan pekerja di lingkungan panas menghadapi risiko serius yang sering diabaikan.
Pengukuran Heat Stress — WBGT
WBGT (Wet Bulb Globe Temperature) adalah indeks standar yang menggabungkan efek suhu, kelembaban, dan radiasi:
- WBGT outdoor: 0.7 × Tw + 0.2 × Tg + 0.1 × Td
- WBGT indoor: 0.7 × Tw + 0.3 × Tg
Klasifikasi Heat Illness
Heat Cramp
Kram otot akibat kehilangan elektrolit — tidak mengancam jiwa tapi sinyal awal. Tangani: istirahat di tempat dingin + cairan elektrolit.
Heat Exhaustion
Gejala: pusing, mual, kulit pucat dan lembab, suhu tubuh hingga 39°C. Tangani: pindahkan ke tempat dingin, baringkan dengan kaki lebih tinggi, beri cairan.
Heat Stroke — DARURAT MEDIS
Suhu tubuh lebih dari 40°C, kebingungan, tidak berkeringat, kehilangan kesadaran. Langkah darurat:
- Panggil ambulans segera
- Pindahkan ke tempat teduh dan sejuk
- Kompres es di ketiak, leher, selangkangan
- Jangan beri minum jika tidak sadar
Strategi Pengendalian
- Jadwalkan pekerjaan berat sebelum pukul 10 atau setelah pukul 15
- Program aklimatisasi untuk pekerja baru — 7–14 hari adaptasi
- Air minum bebas — minimal 250ml setiap 20 menit
- Buddy system — tidak ada yang bekerja sendiri di area panas ekstrem
- Cool zone (area ber-AC) untuk istirahat wajib
Butuh program heat stress management? Hubungi PENA Konsultan.