🦺 K3 & Keselamatan Kerja

Heat Stress di Tempat Kerja: Cara Mengukur WBGT, Mencegah, dan Menangani Korban

✍️ 📅 ⏱️ 1 menit baca 👁️ 4 dibaca

Heat Stress — Pembunuh Diam di Iklim Tropis

Indonesia dengan suhu 30–38°C dan kelembaban tinggi menciptakan risiko heat stress sepanjang tahun. Pekerja outdoor (konstruksi, perkebunan, tambang) dan pekerja di lingkungan panas menghadapi risiko serius yang sering diabaikan.

Pengukuran Heat Stress — WBGT

WBGT (Wet Bulb Globe Temperature) adalah indeks standar yang menggabungkan efek suhu, kelembaban, dan radiasi:

  • WBGT outdoor: 0.7 × Tw + 0.2 × Tg + 0.1 × Td
  • WBGT indoor: 0.7 × Tw + 0.3 × Tg

Klasifikasi Heat Illness

Heat Cramp

Kram otot akibat kehilangan elektrolit — tidak mengancam jiwa tapi sinyal awal. Tangani: istirahat di tempat dingin + cairan elektrolit.

Heat Exhaustion

Gejala: pusing, mual, kulit pucat dan lembab, suhu tubuh hingga 39°C. Tangani: pindahkan ke tempat dingin, baringkan dengan kaki lebih tinggi, beri cairan.

Heat Stroke — DARURAT MEDIS

Suhu tubuh lebih dari 40°C, kebingungan, tidak berkeringat, kehilangan kesadaran. Langkah darurat:

  1. Panggil ambulans segera
  2. Pindahkan ke tempat teduh dan sejuk
  3. Kompres es di ketiak, leher, selangkangan
  4. Jangan beri minum jika tidak sadar

Strategi Pengendalian

  • Jadwalkan pekerjaan berat sebelum pukul 10 atau setelah pukul 15
  • Program aklimatisasi untuk pekerja baru — 7–14 hari adaptasi
  • Air minum bebas — minimal 250ml setiap 20 menit
  • Buddy system — tidak ada yang bekerja sendiri di area panas ekstrem
  • Cool zone (area ber-AC) untuk istirahat wajib

Butuh program heat stress management? Hubungi PENA Konsultan.

Siap Tingkatkan Karier dengan Sertifikasi Resmi?

PENA Konsultan menyediakan 40+ program pelatihan bersertifikasi BNSP & KEMNAKER RI. Online & tatap muka, instruktur praktisi lapangan aktif.

💬 Konsultasi Gratis via WhatsApp
Bagikan: