Mengapa Pengelasan adalah Pekerjaan Berisiko Tinggi?
Pengelasan menggabungkan beberapa bahaya sekaligus dalam satu aktivitas: asap logam beracun, radiasi ultraviolet dan inframerah, percikan api dan lelehan logam panas, gas bertekanan, dan bahaya kebakaran. Jutaan welder di Indonesia melakukan pekerjaan ini setiap hari — banyak tanpa APD yang memadai.
Bahaya Utama Pengelasan
1. Asap dan Gas Las (Welding Fumes)
Asap las mengandung campuran partikel logam oksida yang sangat halus dan gas berbahaya. Komposisi bervariasi tergantung material yang dilas:
- Mangan (Mn): Dari baja karbon — paparan kronik menyebabkan manganisme (kerusakan saraf mirip Parkinson)
- Kromium heksavalen (Cr VI): Dari stainless steel — karsinogen kelas 1 IARC
- Nikel (Ni): Dari stainless steel — karsinogen paru dan hidung
- Ozon: Dari arc welding — iritan saluran pernapasan
- CO dan NOx: Gas beracun dari proses pembakaran
2. Radiasi Optis
- UV (ultraviolet): Menyebabkan arc eye (photokeratitis) — sangat menyakitkan, seperti ada pasir di mata. Juga membakar kulit
- IR (inframerah): Panas yang bisa merusak retina pada paparan jangka panjang
- Cahaya tampak intens: Kebutaan sementara dan permanen
3. Percikan Api dan Lelehan Logam
Percikan bisa menjangkau radius 10 meter dan menempel di pakaian atau material yang mudah terbakar. Lelehan logam (spatter) pada suhu lebih dari 1500°C bisa menembus kulit dan menyebabkan luka bakar dalam.
APD Wajib untuk Welder
- Welding helmet dengan shade yang tepat: Shade 9–13 tergantung proses las (SMAW, GMAW, TIG)
- Safety glasses di bawah helmet: Untuk perlindungan saat menaikkan helmet
- Respirator: Minimum P100 untuk asap las; untuk stainless steel gunakan half mask dengan cartridge P100 + OV
- Sarung tangan kulit welder: Tahan panas dan percikan
- Apron kulit: Melindungi tubuh dari percikan
- Spats (pelindung kaki): Mencegah percikan masuk ke sepatu safety
Ventilasi untuk Area Pengelasan
- LEV (Local Exhaust Ventilation) langsung di sumber asap — paling efektif
- Jaga jarak minimal 30 cm antara nozzle LEV dan area las untuk menghindari gangguan arc
- Dilution ventilation saja tidak cukup untuk stainless steel atau material beracun tinggi
- Pengukuran asap las berkala — bandingkan dengan NAB Mn, Cr VI, Ni
Hot Work Permit untuk Pengelasan
Pengelasan selalu memerlukan Hot Work Permit di area yang memiliki potensi atmosfer mudah terbakar atau di dekat material yang bisa terbakar. Komponen wajib dalam permit: identifikasi bahaya, pengendalian, fire watch (penjaga api) selama pengelasan dan 30–60 menit setelahnya.
Butuh pelatihan K3 pengelasan atau program welding safety? PENA Konsultan siap membantu.