🦺 K3 & Keselamatan Kerja

Manajemen Bising di Tempat Kerja: NAB Kebisingan, Pengukuran, dan Pengendalian

✍️ 📅 ⏱️ 2 menit baca 👁️ 4 dibaca

Mengapa Kebisingan Adalah Bahaya K3 yang Paling Sering Diabaikan?

Berbeda dari bahaya K3 lainnya, kebisingan tidak langsung menyebabkan rasa sakit yang mencolok. Kehilangan pendengaran akibat bising terjadi secara perlahan selama bertahun-tahun — sering baru disadari ketika kerusakan sudah permanen dan tidak bisa dipulihkan. Itulah mengapa Noise Induced Hearing Loss (NIHL) adalah penyakit akibat kerja yang paling umum secara global namun paling sedikit mendapat perhatian.

Regulasi Kebisingan di Tempat Kerja Indonesia

  • Permenaker No. 05 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja — menetapkan NAB kebisingan
  • Kepmenaker No. 51 Tahun 1999 tentang Nilai Ambang Batas (NAB) Faktor Fisika di Tempat Kerja

Nilai Ambang Batas (NAB) Kebisingan

NAB kebisingan berdasarkan Permenaker 05/2018:

Waktu Kerja per HariNAB (dBA)
8 jam85 dBA
4 jam88 dBA
2 jam91 dBA
1 jam94 dBA
30 menit97 dBA
15 menit100 dBA

Prinsip: setiap kenaikan 3 dBA, durasi paparan aman berkurang setengahnya. Di atas 140 dBA (ledakan), paparan sesaat sudah bisa menyebabkan kerusakan permanen.

Cara Pengukuran Kebisingan

Sound Level Meter (SLM)

Mengukur intensitas suara saat ini dalam dBA. Gunakan untuk:

  • Pemetaan area bising (noise mapping)
  • Identifikasi sumber bising
  • Verifikasi efektivitas pengendalian

Noise Dosimeter

Dipakai oleh pekerja sepanjang shift untuk mengukur total paparan kumulatif. Memberikan data yang lebih representatif dari SLM karena merekam paparan aktual pekerja saat bergerak.

Titik Pengukuran

Pengukuran dilakukan di zona pernapasan pekerja — setinggi telinga, sekitar 30 cm dari kepala. Lakukan minimal 3 pengukuran per lokasi dan ambil rata-rata.

Hierarki Pengendalian Kebisingan

Engineering Control (Paling Efektif)

  • Substitusi: Ganti mesin bising dengan mesin lebih senyap
  • Isolasi: Tempatkan mesin bising dalam enclosure kedap suara
  • Damping: Lapisi permukaan yang bergetar dengan material peredam
  • Silencer: Pada sistem ventilasi dan exhaust
  • Maintenance: Mesin yang terawat biasanya lebih senyap

Pengendalian Administratif

  • Rotasi pekerja — batasi durasi paparan individual
  • Jadwalkan pekerjaan bising saat pekerja paling sedikit
  • Tandai zona wajib APD pendengaran dengan jelas

APD Pendengaran

  • Ear plug: NRR 25–33 dB — untuk kebisingan 85–100 dBA
  • Ear muff: NRR 25–30 dB — lebih nyaman untuk penggunaan lama
  • Kombinasi ear plug + ear muff: Untuk kebisingan >100 dBA

Program Konservasi Pendengaran (HCP)

Program wajib untuk area dengan kebisingan ≥85 dBA:

  1. Monitoring kebisingan berkala
  2. Audiometri (tes pendengaran) untuk semua pekerja terpapar — baseline saat masuk kerja, berkala setiap tahun
  3. Penyediaan dan pelatihan penggunaan APD pendengaran
  4. Edukasi tentang dampak kebisingan
  5. Evaluasi program secara berkala

Butuh pengukuran kebisingan atau program konservasi pendengaran? Tim Higiene Industri PENA Konsultan siap membantu.

Siap Tingkatkan Karier dengan Sertifikasi Resmi?

PENA Konsultan menyediakan 40+ program pelatihan bersertifikasi BNSP & KEMNAKER RI. Online & tatap muka, instruktur praktisi lapangan aktif.

💬 Konsultasi Gratis via WhatsApp
Bagikan: