Stres Kerja — Penyakit Akibat Kerja yang Baru Diakui
WHO mendefinisikan stres kerja sebagai respons ketika tuntutan pekerjaan tidak sesuai dengan kemampuan pekerja untuk mengatasinya. Stres kerja kronis adalah pandemi tersembunyi yang menyebabkan kerugian produktivitas triliunan rupiah dan mempersingkat harapan hidup pekerja.
Sumber Stres Kerja Utama
- Beban kerja berlebihan atau terlalu sedikit
- Konflik dan ambiguitas peran
- Deadline tidak realistis
- Bullying dan pelecehan di tempat kerja
- Shift malam dan jam kerja tidak teratur
- Ketidakamanan pekerjaan (job insecurity)
Tiga Dimensi Burnout (Maslach)
- Exhaustion: Terkuras emosional dan fisik — tidak ada energi tersisa
- Cynicism: Sinis, tidak peduli, merasa jauh dari pekerjaan
- Reduced efficacy: Merasa tidak kompeten dan tidak ada pencapaian
Strategi Individu Mengelola Stres
- Olahraga teratur 30 menit/hari — terbukti mengurangi hormon stres
- Mindfulness dan meditasi — efektif untuk anxiety dan burnout
- Batasan yang sehat — tidak menjawab email di luar jam kerja
- Tidur 7–9 jam — tidak bisa dikompromikan
- Bicara dengan psikolog atau konselor — tanda kekuatan, bukan kelemahan
Kewajiban Perusahaan — Employee Assistance Program (EAP)
- Akses ke konselor atau psikolog yang rahasia dan gratis
- Program manajemen stres dan resiliensi
- Dukungan finansial dan kesehatan fisik terintegrasi
- Latih manajer untuk mengenali tanda stres di timnya
Butuh program EAP atau manajemen stres kerja? PENA Konsultan menyediakan program wellbeing dan K3 psikososial.